Breaking News

Ungkap Tambang Ilegal, Polisi Sita 5 Unit Excavator

ciamiszone.com :
MAPOLRES,- Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Ciamis berhasil membongkar kegiatan penambangan liar batu kapur yang beraksi dengan menggunakan lima unit excavator, dan kelima excavator pun disita menyusul ditangkapnya tiga tersangka yang beraktivitas melakukan usaha penambangan batu kapur (limestone) tanpa dilengkapi dengan izin di Lokasi Penambangan Batu Kapur Dusun Sindangsari, Desa Banjarharja, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran.

Hal itu diungkapkan Wakapolres Ciamis, Kompol Lalu Wira Sutriana didampingi Kasat Reskrim, AKP Rizqi Akbar, Kasubbag Humas Iptu Iis Yeni Idaningsih dalam konferensi pers di Mapolres Ciamis, Kamis (14/11/2019).

Dijelaskan Wakapolres, kelima unit excavator (alat berat) disita sebagai barang bukti dan tiga orang tersangka diamankan, mereka diduga sebagai pemilik usaha tambang batu kapur yang tidak mempunyai izin.

Kelima kelima unit alat berat jenis excavator yang disita itu masing-masing satu unit excavator merk Dosan warna orange, merk Komatsu warna kuning, merk Sumitomo warna kuning dan dua unit alat berat jenis excavator merk cobelco warna biru muda.


Selain lima alat berat tersebut, polisi juga mengamankan barang bukti lainnya, diantaranya satu unit kendaraan R6 Nopol: B-9499-FY, Merk Mitsubishi FE 119 6 ban, tahun 1996, warna Kuning, Nosin: 4D34C662272, dua buah buku catatan Checker yang berisi daftar pengeluaran hasil tambang berupa batu kapur, dan 10kg sample batu kapur.

Sementara ketiga tersangka yaitu US Bin H. Ujang (32) warga Desa Banjarharja, Kecamatan Kalipucang, Kab. Pangandaran, AS Bin Abdul Raup (36) Desa Ratawangi, Kec. Banjarsari Kab. Ciamis dan AS Bin Ucin (35) Desa Banjarharja Kec. Kalipucang Kab. Pangandaran.

“Berawal dari laporan warga sekitar yang selalu melihat aktivitas di lokasi tambang illegal tersebut lalu ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian,” kata Wakapolres.

Menurut Wakapolres, ketiga tersangka setiap hari melakukan penambangan batu kapur, sehingga dikhawatirkan berdampak pada lingkungan sekitar apalagi menghadapi musim hujan.

Atas perbuatannya ketiga tersangka tersebut dapat dijerat dengan pasal 158 Undang-undang No. 4 Tahun 2019  tentang Minerba dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara. (Nank/cZ-01)*

Post a Comment

0 Comments