Breaking News

“Deklarasi Galuh” Memohon Bupati Hadiri Upacara Adat Tradisi

ciamiszone.com :
CIAMIS,- Dinilai tidak pernah menghadiri kegiatan upacara adat tradisi di Kabupaten Ciamis, sejumlah kabuyutan (juru pelihara dan dan juru kunci) situs peninggalan Kerajaan Galuh memohon Bupati Ciamis, DR. H Herdiat dapat hadir pada setiap kegiatan upacara adat tradisi, hal itu tertuang dalam “Deklarasi Galuh” yang diucapulang usai kegiatan pendataan, penataan, pembinaan, dan pelestarian obyek cagar budaya dan permuseuman yang digelar Dinas Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Ciamis, di Aula The Priangan Hotel, Rabu (22/02/2020).

Dalam kegiatan bertemakan ”Pembinaan Juru Pelihara” dengan pemateri Rektor Universitas Galuh (Unigal) Ciamis, H. Yat Rospia Brata itu, para juru pelihara sepakat mengeluarkan “Deklarasi Galuh” yang berisikan empat poin, salah satunya memohon Bupati Ciamis dapat hadir pada setiap kegiatan upacara adat tradisi.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Ciamis, Erwan Darmawan mengakui, Bupati Ciamis yang belum genap satu tahun menjabat itu bukan berarti tidak pernah menghadiri setiap kegiatan upacara adat tradisi yang digelar di Kabupaten Ciamis, tetapi mungkin tidak semua kegaiatan sempat dihadiri karena berbagai agenda yang waktunya bersamaan.

“Kita harus melihat agenda beliau, dikhawatirkan ada kegiatan yang bersifat lebih urgent, misalnya kegiatan kepresidenan, kegiatan kegubernuran dan yang lainnya yang waktunya bersamaan dengan kegiatan upacara adat tradisi tersebut,” tegasnya.


Sementara Ketua Dewan Kebudayaan Kabupaten Ciamis, H. Yat Rospia Brata yang hadir sebagai pemateri mengakui, “Deklarasi Galuh” merupakan kesepakatan para juru pelihara untuk disampaikan kepada Pemkab Ciamis.

“Empat poin isi Deklarasi Galuh adalah murni pemikiran mereka yang secara spontanitas, begitu juga dengan nama deklarasinya, mereka yang berembug dan menyebutnya Deklarasi Galuh,” katanya.

Dijelaskannya, dalam Deklarasi Galuh, para juru pelihara bukan hanya memohon Bupati Ciamis hadir dalam upacara adat tradisi saja, tetapi jiuga mereka berharap Pemkab memperhatikan kesejahteraannya, memohon juga agar mempercepat penetapan Cagar Budaya dan menegaskan Dewan Kebudayaan Kabupaten Ciamis dan unsur-unsur Kabuyutan tidak terkait dengan isu yang sedang berkembang tentang berdirinya kerajaan-kerajaan baru.

Diakuinya, tujuan kegiatan untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat tentang situs budaya warisan nenek moyang yang harus dijaga dan dilestarikan.

“Selain itu kita mencoba sedikit berbagi dengan teman-teman kita yang ada dalam komunitas kabuyutan ini supaya diperhatikan pemerintah,” katanya.

Menyinggung, kejadian fenomenal berdirinya kerajaan-kerajaan baru yang sedang viral saat ini, Yat menegaskan, itu urusan pihak yang berwenang untuk menanganinya, maksudnya jangan sampai persoalan budaya dibawa ke persoalan politik, disini khusus untuk masalah budaya saja.

“Kita jangan terusik dengan persoalan-persoalan yang beredar sekarang,  seolah-olah mereka senantiasa mengatasnamakan budaya padahal itu bukan budaya,” katanya.

Yat juga merasa prihatin dengan fenomenal tersebut, apalagi kalau dikait-kaitkan dengan nama Galuh.

“Kalau secara definisi stories boleh tapi jangan dibalik. Mereka bagian dari Galuh bukan kita bagian dari mereka, itu definisi stroriesnya saja, jadi tidak ada kaitannya dengan yang terjadi sekarang,” tegasnya. (Nank/cZ-01)*

DEKLARASI GALUH

1. Mohon diperhatikan kesejahteraan para Juru Pelihara dan Juru Kunci Kabupaten Ciamis.

2. Bupati dimohon dapat hadir pada setiap kegiatan Upacara Adat Tradisi di Kabupaten Ciamis.

3 .Percepatan penetapan Cagar Budaya di Kabupaten Ciamis.

4. Dewan Kebudayaan Kabupaten Ciamis dan unsur-unsur Kabuyutan tidak terkait dengan isu yang sedang berkembang tentang berdirinya kerajaan-kerajaan baru, kita tetap menjunjung tinggi NKRI.***

Post a Comment

0 Comments