Breaking News

Disuntik Lagi Rp33 Milyar, RS Kawali Beroperasional Akhir Tahun 2020?

ciamiszone.com :
KAWALI,- Rumah Sakit Umum (RSU) Kawali diharapkan paling lambat bisa beroperasional melayani masyarakat pada akhir tahun 2020, hal itu diungkapkan Bupati Ciamis, DR. H. Herdiat Sunarya saat meninjau langsung RSU Kawali dalam rangka persiapan operasionalnya, di Desa Winduraja Kecamatan Kawali, Senin (13/01/2020).

Bupati mengakui, untuk merealisasikan segera beroperasionalnya RSU Kawali tersebut pihaknya akan segera mengalokasikan dana Banprov Jabar Rp33 milyar.

Suntikan tambahan dana Rp33 milyar tersebut merupakan tahap kelima setelah sebelumnya pembangunan RSU Kawali menghabiskan dana mencapai Rp82 milyar melalui empat tahap.

Seperti diketahui, tahap pertama dikucurkan dana Rp13 milyar, tahap kedua Rp16 milyar, tahap ketiga Rp15 milyar dan tahap keempat Rp38 milyar. Jika ditambah lagi Rp33 milyar, total yang terserap untuk pembangunan RSU Kawali mencapai Rp115 milyar.


Untuk itu, Bupati mengintruksikan kepada para Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) teknis untuk mengoptimalkan pembangunan RSU Kawali dalam upaya mempercepat penyelesaian persiapan pengoperasioanalnya.

“Tahun ini, akan dialokasihan dana dari Banprov Jabar senilai Rp33 milyar,” katanya.

Pihaknya pun akan memfokuskan kepada tiga hal, yaitu managemen infrastruktur, alat-alat kesehatan (Alkes) dan administrasi managemen sumber daya manusia.

“Infrastruktur harus segera dibereskan dan alkes juga harus diinventarisir apa saja kekurangannya, administrasi managemen SDM RSU Kawali harus segera diselesaikan, mau tipe apa pun tidak masalah, meskipun RSU Kawali mendapat tipe-D, tapi dari segi pelayanan seperti RS bertipe B itu akan lebih baik,” jelasnya.

Menurutnya, yang terpenting RSU Kawali ini harus segera diselesaikan agar dapat segera beroperasi sehingga bisa bermanfaat bagi masyarakat.

“Apabila RSU Kawali ini selesai dan bisa digunakan untuk melayani masyarakat, diharapkan akan dapat memberikan dampak peningkatan ekonomi untuk masyarakat sekitar,” terangnya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis, dr. H Yoyo mengakui, untuk menyelesaikan RSU Kawali ada beberapa tahapan yang harus dilakukan, yaitu pembangunan pengelolaan sampah B3 harus segera diselesaikan sebagai syarat pengajuan akreditasi.

Menurutnya, akreditasi sangat penting karena 80 pesen pasien di Kawali ini merupakan pengguna BPJS, dan salah satu persyaratan kontrak kerjasama dengan BPJS adalah RSU Kawali harus sudah terakeditasi.

“Syarat lain untuk operasional RSU Kawali yang tidak kalah penting adalah harus sudah terbentuk stuktur organisasi, sehingga untuk persyaratan perizinan, SOP, surat izin praktek dan lainnya, apabila stukturnya sudah ada itu tergantung kebijakan Bupati,” katanya.

Diakuinya, masih banyak kekurangan yang harus dilengkapi, diantaranya tempat tidur pasien, sedangkan untuk alat kesehatan RSU Kawali belum mempunyai alat rongent, penataan ruangan, alat dapur dan lainnya. (Nank/cZ-01)*

Post a Comment

0 Comments