Breaking News

Korupsi Dana Desa, Kades Bantardawa Diancam 20 Tahun Penjara


ciamiszone.com :
MAPOLRES,- Diduga menyelewengkan Dana Desa, Kepala Desa Bantardawa, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Ciamis, Sah Bin Atmo Suwito (50) diancam hukuman penjara selama 20 tahun, atas perbuatannya tersangka Sah merugikan negara mencapai Rp300 juta.

Hal itu terungkap dalam Konferensi Pers yang digelar Polres Ciamis di Mapolres Ciamis, Selasa (14/01/2020).

Kapolres Ciamis, AKBP DR. Bismo Teguh Prakoso didampingi Kasat Reskrim, AKP Risqi Akbar menjelaskan, dugaan korupsi anggaran tahun 2017 tersebut yang dilakukan tersangka bukan hanya bersumber dari Dana Desa, tetapi juga bantuan keungan Kabupaten Ciamis dan dana Bantuan Provinsi (Banprov) Jabar.

“Tersangka diduga menggunakan tiga sumber dana tersebut tidak sesuai dengan peruntukannya,” tegas Kapolres.


Dijelaskannya, tersangka juga memerintahkan Panitia Pelaksana Kegiatan (PPK) untuk mengurangi kualitas pembangunan jalan dengan cara membatasi dan mengurangi harga satuan fisik infrastuktur jalan.

Selain itu, dalam pekerjaan rabat beton, tersangka mengurangi dan membatasi harga satuan senilai Rp750 ribu sampai Rp800 ribu permeter kubiknya, sedangkan untuk pekerjaan paving blok dibatasi Rp60 ribu sapai Rp70 ribu permeter kubiknya, tersangka juga menggunakan dana tersebut untuk pinjaman pribadi, mengalokasikan anggaran untuk Tunjangan Hari Raya (THR) tahun 2017 kepada perangkat dan stap desa, lembaga desa, organisasi desa serta RT/RW.

“Tersangka juga memerintahkan Sekertaris Desa, Kasi Pelayanan, dan Bendahara untuk membuat Laporan Pertanggungjawaban (LPj) penggunaan dana desa, bantuan keuangan kabupaten dan Banprov TA 2017 sesuai dengan proposal permohonan pencairan, walaupun faktanya anggaran tersebut tidak sesuai dengan proposal yang diajukan,” jelasnya.

Bahkan, tersangka juga tidak menyetorkan kewajibannya membayar pajak atas pembelian material kena pajak dari anggaran dana desa, bantuan keuangan kabupaten dan Banprov sebesar Rp15 jutaan.

“Dugaan korupsi yang merugikan Negara mencapai Rp300 itu sudah menghadirkan 33 orang saksi. Dan tersangka telah pengembalian sebesar Rp150 jutaan, kini berkas perkaranya segera dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Ciamis,” kata Kapolres.

Dalam kasus tersebut, polisi mengamankan sejumlah barang bukti diantaranya uang Rp24,25 juta, sejumlah berkas dokumen di desa tahun 2017 mulai dari APBDes sampai, LPJ DD, Bankab, Banprop, dan proposal.

Atas perbuatannya tersangka dapat dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) danlatau Pasal 3 UU 31/1999 sebagaimana diubah dengan UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Pasal 2 ayat (1) KUH Pidana dengan ancaman hukuman 4 sampai 20 tahun penjara atau denda miminal Rp 200 juta dan maksimal Rp1 milyar.

Menurut Kapolres, untuk mengantisipasi kejadian serupa terulang di desa lainnya, pihaknya telah melakukan kunjungan dan asistensi kepada para perangkat desa untuk menggunakan bebargai dana bantuan sesuai prosedur, begitu juga cara pertanggungjawaban, penarikan dan prosesnya di lapangan.

“Kunjungan dilakukan agar para perangkat desa tidak takut lagi dan tidak terjerat hukum. Agar pembangunan di desa lancar, aman, nyaman supaya perangkat desa untuk berhati-hati dalam menggunakan anggaran baik itu dana desa, anggaran bantuan keuangan desa maupun Banprov,” pungkasnya. (Nank/cZ-01)*

Post a Comment

0 Comments