Breaking News

Cabor Pentaque Ciamis Mulai Menggeliat

ciamiszone.com :
KONI,- Antusias warga Tatar Galuh terhadap cabang olahraga baru Pentaque terus mengalir, olahraga asal Prancis yang disosialisasikan sejak lima bulan lalu di Kabupaten Ciamis itu mendapat respon baik dengan bermunculannya klub-klub Pentaque. Bahkan salah satu klub menggelar “Nagawiru Perdana Turnamen Pentaque 2020 se-Kabupaten Ciamis” di Lapangan Pentanque KONI  Ciamis, Sabtu (23/02/2020).

Ketua Panpel yang juga Ketua Klub Nagawiru Pentaque, Dian Sholeh Gozin mengakui, menggeliatnya cabor asal Prancis ini dibuktikan dengan digelarnya turnamen pertama di Kabupaten Ciamis, sekaligus sebagai ajang pencarian atlet berpotensi dan terus ikut mensosialisasikan kepada warga Tatar Galuh.

“Alhamdulillah turnamen pentaque yang pertama digelar di Ciamis ini mendapat respon yang luar biasa dari masyarakat, termasuk dari Bupati Ciamis yang membuka dan menyaksikan langsung turnamen ini. Bahkan Bupati sempat mencoba lempar bosi ini,” katanya.

Turnamen yang diikuti 54 klub pentaque se-Kabupaten Ciamis sudah mendapatkan dukungan dari pengurus Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) Kabupaten Ciamis.


“Diharapkan dengan turnamen ini bisa melahirkan atlet-atlet pentaque berpotensi yang nantinya akan diikutsertakan pada Porda 2022 Tasikmalaya,” tegasnya.

Dijelaskannya, olahraga pentaque ini sedang dirintis dan terus dikembangkan di Ciamis, sehingga pihaknya berharap seluruh atlet  bertanding dengan maksimal dan menjunjung tinggi sportivitas untuk meraih prestasi.

“Turnamen ini dapat digelar karena semangat yang tinggi dari pengurus FOPI dan klub-klub pentaque yang ada di Ciamis,” tegasnya.

Sementara Ketua FOPI Kabupaten Ciamis, H. Iwa Kartiwa sangat mengapresiasi dan mendukung turnamen tersebut, menurutnya ini merupakan turnamen pertama pentaque di Ciamis sejak pertama kali dikenalkan lima bulan lalu.

“Saya sangat mengapresiasi dan mendukung kegiatan ini, diharapkan dengan turnamen ini bisa melahirkan atlet-atlet pentaque yang berpotensi dan untuk lebih mengenalkan serta mempopulerkan olahraga pentaque di Kabupaten Ciamis,” jelasnya.

Seperti diketahui, Pentaque yang disosialisasikan lima bulan lalu di Ciamis itu merupakan salahsatu cabor yang sudah mendunia, awalnya merupakan permainan tradisional yang dikenalkan pada tahun 1907 di Prancis.

Petanque berasal dari kata dasar “petan” yang berarti kaki rapat, kemudian diterapkan dalam teknik dasar bermain petanque, yakni kaki rapat dan menapak ke tanah. Pemain melempar bola besi (Bosi) sedekat mungkin dengan bola kayu yang disebut cochonnet (Boka/Joke) dan kaki harus berada di lingkaran kayu berdiameter 50cm.

Permainan yang bisa digelar di tanah keras, rerumputan, pasir atau permukaan tanah lainnya itu, sampai sekarang menjadi menjadi salahsatu olah raga yang populer di dunia.

Jiika disederhanakan, teknis permainannya hampir sama dengan permainan “kelereng” yaitu “pal-palan” (dalam Bahasa Sunda), hanya saja alat peraga yang digunakan adalah bola besi (bosi) sebesar bola tenis yang dilemparkan. (Nank/cZ-01)*  

Post a Comment

0 Comments