Breaking News

Kasus Kekerasan Anak Meningkat, Peran Pemkab Kurang?

ciamiszone.com :
CIAMIS,- Kasus yang menimpa Alvin, balita malang yang tewas ditangan ayah tirinya merupakan salahsatu dari banyak kasus kekerasan terhadap anak yang ditangani Pengadilan Negeri (PN) Ciamis. Berdasarkan penanganan kasus anak ternyata PN Ciamis menilai terjadi peningkatan.

Demikian dikatakan Kasubag Humas PN Ciamis, David Panggabean, Selasa (11/02/2020) di PN Ciamis usai siding penetapan vonis terhadap terdakwa kasus pembunuhan balita dilakukan oleh ayah tirinya.

Menurut David, untuk wilayah hukum PN Ciamis yang meliputi Kabupaten Ciamis dan Pangandaran, dalam hal kasus pidana terhadap anak tiap tahunnya mengalami peningkatan, baik itu kasus asusila maupun tindak kekerasan terhadap anak.

“Tahun 2019 kasus tindak pidana terhadap anak mencapai 30 kasus, baik itu anak menjadi korban, anak menjadi saksi maupun anak yang menjadi pelaku,” katanya.

Dikatakan David, sampai dengan bulan Febuari 2020 saja pihaknya menangani perkara pidana yang berkaitan dengan anak sudah mencapai lima perkara, dari pengadilan ini penegakan hukum akan tuntas kalau terdakwanya sudah disidangkan.

“Tetapi pihaknya tidak mengetahui bagaimana nasib anak yang menjadi korban, karena selama ini tidak ada recovery terhadap anak itu, karena si anak itu pada waktu dia menjadi korban, misalnya untuk tindak pidana asusila harus ada recovery healling trauma kepada anak tersebut,” jelasnya.

Menurut David, bagaimana jika suatu waktu anak yang jadi korban tersebut kembali ke masyarakat, dirinya berharap anak itu ke depannya tidak menjadi pelaku setelah mengalami kejadian tersebut, untuk menangani hal itu harus ada peranserta dan partisipasi aktif dari pemerintah.

“Untuk wilayah hukum PN Ciamis peranserta dari pemerintah masih kurang, harusnya pemerintah daerah melakukan pendekatan kepada anak yang menjadi korban, karena si anak tersebut akan menjadi korban yang kedua kali, yaitu sanksi dari lingkungannya, baik itu sekolah, tempat bermainnya maupun lingkungan tempat tinggalnya, jangan sampai anak tersebut merasa dijauhi atau dikucilkan,” pungkasnya. (Nank/cZ-01)*

Post a Comment

0 Comments