Breaking News

Lecehkan Galuh, Ridwan Saidi akan Dipolisikan

ciamiszone.com :
UNIGAL,- Merasa dilecehan oleh tokoh Betawi, Ridwan Saidi yang menyatakan di Ciamis tidak pernah ada kerajaan dan nama Galuh berarti Brutal serta prasasti yang ada adalah palsu, membuat warga Tatar Galuh geram dan berencana akan segera melaporkan tokoh Betawi itu ke pihak kepolisian.

Ketua Dewan Kebudayaan Kabupaten Ciamis, DR. H. Yat Rospa Brata mengakui, setelah pihaknya berembug menyikapi pernyataan kontroversial Ridwan Saidi di media sosial YouTube itu, ratusan warga Tatar Galuh terdiri dari unsur wawali Kerajaan Galuh, kasepuhan, tokoh masyarakat, budayawan serta mahasiswa Unigal, menyepakati pernyataan sikap terhadap Ridwan Saidi yang jika dalam 2 x 24 jam tidak melakukan klarifikasi dan tidak meminta maaf kepada warga Tatar Galuh Kabupaten Ciamis, maka pihaknya akan menempuh jalur hukum, malaporkannya ke kepolisian.

“Kita tunggu dalam 2x24 jam, jika beliau tidak datang ke Ciamis untuk klarifikasi dan meminta maaf, kami akan melaporkannya ke polisi,” kata Yat yang juga Rektor Universitas Galuh itu, Kamis (13/02/2020).


Sementara Kepala Disbudpora Kab. Ciamis, Erwan Dharmawan mengakui, mendukung langkah warga Tatar Galuh dan akan melaporkan hal ini ke Bupati.

Pihaknya juga akan menunggu respon Ridwan Saidi dan mengimbau kepada warga Tatar Galuh agar tidak membalas postingan tersebut melalui medsos untuk menciptakan kondusifitas di Kabupaten Ciamis.

“Kami merasa prihatin dengan pernyataan tokoh Betawi itu, tapi kami tetap mengimbau agar warga Tatar Galuh tetap kondusif,  tidak terpancing  dan tidak brutal seperti yang diartikan tokoh Betawi itu. Buktikan Galuh bukan brutal dan tidak brutal,” tegasnya.


Sementara sejumlah elemen warga Tatar Galuh mendesak agar pemerintah daerah baik eksekutif, legisatif atau pun yudikatif secara legal melakukan dukungan gerakan klarifikasi terhadap tokoh Betawi itu.

“Kami generasi muda Tatar Galuh siap mengawal dan datang ke DPRD untuk menindaklanjuti permasalah ini secara legal. Kawal kasus ini sampai tokoh Betawi itu memberikan klarifikasinya bahwa dia salah mengartikan nama Galuh dan menyatakan di Ciamis tidak pernah ada kerajaan serta prasasti yang ada adalah palsu,” tegasnya. (Nank/cZ-01)*

Post a Comment

1 Comments

  1. laporkan we si anjing ridwan saidi tuman goblog teh akiaki ges tereh modar ge

    ReplyDelete