Breaking News

Tuberkolosis Capai 1.514 Kasus, Ciamis Perkuat DPPM

ciamiszone.com :
RSUD,- Kasus Tuberkolosis (TB) yang ditemukan selama 2019 di Kabupaten Ciamis mencapai 1.514 kasus yang tercatat dari 4 unit Rumah Sakit yang ada di Ciamis, 37 unit Puskesmas dan 65 unit klinik, jumlah tersebut hanya 55%-nya dari perkiraan total 2.743 berikut kasus yang tidak terlaporkan.

Upaya mengurangi  tingginya kasus TB, Kabupaten Ciamis memperkuat peran Distric Publik Private Mix (DPPM) yang melibatkan Koalisi Organisasi Profesi Indonesia TB (KOPI TB) dengan menggelar Pertemuan Penguatan DPPM di Aula RSUD Ciamis, Jumat (06/03/2020).

Direktur RSUD Ciamis, dr. H. Rizaldi Sopyan melalui Kabid Pelayanan RSUD Ciamis, dr. Ramdan Pahsja mengatakan, kasus TB yang tidak ditemukan dan pengobatannya tidak sesuai prosedur menjadikan beban semakin berat.

“Apalagi dengan meningkatnya angka kasus, hingga perlu menjadi bahan pemikiran bersama serta mencari solusi bagaimana kasus TB dapat semaksimal mungkin ditemukan dan diobati sesuai standar,” katanya.


Diakuinya, pasien TB yang datang ke fasilitas kesehatan swasta banyak yang tidak tercatat, hal ini menyebabkan notifikasi kasus TB di Kabupaten Ciamis masih rendah.

Untuk itu, DPPM sebagai jejaring layanan TB yang difasilitas kesehatan pemerintah dan swasta berbasis kabupaten/kota, merupakan salah satu strategi peningkatan akses layanan TB yang bermutu dengan prinsip desentralisasi pada strategi nasional program penanggulangan TB tahun 2016-2020.

“DPPM melibatkan semua fasilitas pelayanan kesehatan baik pemerintah maupun swasta dalam upaya ekspansi pelayanan pasien TB dan kesinambungan program penanggulangan TB secara komprehensif,” katanya.

Pihaknya berharap, sebagai pendamping DPPM, Koalisi Organisasi Profesi Indonesia TB (KOPI TB) dapat mensosialisasikan Permenkes RI Nomor HK.01.07/Menkes/75/2019 tentang pedoman nasional pelayanan kedokteran tata laksana TB, sehingga pemerintah maupun swasta dapat terstandar dan berjalan selaras dengan kebijakan yang ditetapkan pemerintah.


“Dengan berbagai langkah dan upaya yang kita lakukan, semoga dapat memberikan kontribusi yang optimal dalam mewujudkan cita-cita pada tahun 2030 TB dapat dieliminasi,” tegasya.

Kabid P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis, dr. Bayu Yudiawan mengatakan, DPPM dibentuk untuk lebih menyatukan semangat, kesefahaman dan keharmonisan langkah dari semua unsur layanan kesehatan, baik pemerintah maupun swasta dalam menanggulangi kasus TB di Ciamis.

“Semoga dengan kebersamaan, gotongroyong tanpa melihat status swasta atau pemerintah kita akan semakin berdaya dalam menanggulangi penyakit TB,” katanya.

Menurutnya, kesatuan langkah dalam bentuk keseragaman pemahaman, langkah dan koordinasi pencatatan pelaporan serta akomodir ide dari semua pihak akan sangat berguna demi kemajuan penanggulangan TB dan pencapaian eliminasi TB 2030.

Dalam DPPM ada struktur yang ikut mendampingi dan membimbing serta membantu masing-masing anggota yaitu KOPI TB yang terdiri dari
berbagai organisasi kesehatan diantaranya Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI), dan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI).

Pertemuan Penguatan DPPM yang menghadirkan tiga narasumber yaitu Ketua DPPM, dr. Asep Herawan, Ketua KOPI TB, dr. Abu, Sp, P dan Kabid P2P Dinkes Kabupaten Ciamis, dr Bayu Yudiawan itu dihadiri peserta dari IDI, IBI, PDGI, Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Kesehatan Indonesia (PATELKI), Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) dan organisasi kesehatan lainnya. (Nank/cZ-01)*

Post a Comment

0 Comments