Breaking News

Adat Nyangku Jadi Wadah Ekspresi Ide dan Karya Berkesenian

ciamiszone.com :

PANJALU,- Upacara Nyangku merupakan salah satu kegiatan yang mampu menjadi wadah untuk mengekspresikan ide, gagasan dan karya dalam bentuk kesenian tradisional dan kontemporer serta kearipan lokal.

Hal itu diungkapkan Pj Sekda Ciamis, H Toto Marwoto saat menghadiri upacara Nyangku di Taman Borosngora Panjalu, Senin (09/11/2020) pagi. Turut hadir dalam acara tersebut, Ketua DPRD Ciamis, unsur Forkopimda, Ketua Pengurus Yayasan Borongsora, para kepala SKPD, Camat Panjalu, Kades Panjalu serta para budayawan, seniman dan tokoh masyarakat.

Menurut Toto, tradisi “Nyangku” di Panjalu saat ini berbeda dengan tradisi nyangku sebelumnya akibat adanya pandemi Covid-19.

“Saat ini tradisi tradisi Nyangku dilaksanakan sedikit berbeda dengan tradisi sebelumnya, jika biasanya tradisi Nyangku dilaksanakan dengan kemeriahan yang merupakan hajat masyarakat Panjalu, kali ini dilaksanakan dengan sederhana.

Namun Toto berharap, hal tersebut tidak mengurangi rasa memiliki dan bangga terhadap kebudayaan daerah sendiri sebagai bagian dari budaya nasional.

Menurutnya, Tatar Galuh Ciamis merupakan daerah yang memiliki keanekaragaman budaya, baik Warisan Budaya Benda (WBB) maupun Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) yang mempunyai sejarah dan nilai budaya.

“Tatar Galuh Ciamis kaya sekali dengan keanekaragaman budaya baik WBB maupun WBTB. Salah satunya yaitu upacara adat sakral Nyangku yang memiliki nilai filosofis tinggi dan penguatan jati diri dan karakter yang kuat dalam memelihara dan melestarikan tradisi,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Sekda Ciamis memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya pada semua pihak yang telah mensukseskan acara tersebut.

Seperti diketahui, kegiatan upacara adat Nyangku sudah digelar sejak masa Kerajaan Panjalu. Ritual adat nyangku rutin diselenggarakan setiap tahun oleh masyarakat, ritualnya pada hari Senin atau Kamis terakhir Bulan Rabiul Awwal.

Disamping itu, ritual adat Nyangku yang dewasa ini menjadi tradisi wajib masyarakat, ditujukan untuk mengenang jasa serta peran Prabu Sanghyang Borosngora. Prabu Sanghyang Borosngora merupakan Raja Panjalu yang menyebarluaskan ajaran agama Islam di Panjalu. (cZ-01)**


Post a Comment

0 Comments