Breaking News

Bupati Ciamis, “Anggaran Covid Sudah Transfaran”

ciamiszone.com :

SETDA,- Menanggapi tuntutan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dalam aksinya di depan pintu gerbang Setda Ciamis agar Pemkab Ciamis transfaran dalam penggunaan anggaran Covid-19, Bupati Ciamis, Dr. H Herdiat Sunarya menegaskan, penggunaan anggaran Covid sudah sangat transfaran dengan melibatkan pendamping dari Kejaksaan dan Kepolisian.

Diakuinya, memang pada awalnya sejumlah SKPD hampir tidak mau melaksanakan penggunaan anggaran Covid karena ketakutan, tapi sekarang sudah dikawal Kejaksaan dan Kepolisian.

Menurut Bupati, penggunaan anggaran Covid di Ciamis sangat transfaran, anggarannya mencapai Rp141 miliar diantaranya Rp88 miliar untuk penanganan Covid seperti obat-obatan, termasuk untuk fentilator. Sedangkan untuk pemulihan ekonomi Rp53 miliar yang disebar di semua desa, di semua kecamatan, diantaranya untuk bantuan sosial dan infrastruktur.

“Infrastruktur harus berjalan sama-sama antara Covid dengan laju pertumbuhan ekonomi. Jadi kita tidak bisa hanya fokus penanganan Covid sementara laju pertumbuhan ekonomi diabaikan,” katanya di hadapan puluhan peserta aksi HMI di pintu gerbang Setda Ciamis, Rabu (01/09/2021).

Bupati yang menghadapi aksi HMI didampingi Wakil Bupati Ciamis, Yana D. Putra, Kepala Bappeda, Aef Saefulloh dan sejumah kepala dinas lainnya, juga menjalaskan terkait tuntutan HMI agar Pemkab Ciamis optimali dalam menjalanan otonomo daerah (otda) secara utuh.

Dijelaskan, seluruh kabupaten/kota atau pun provinsi harus mentaati aturan yang lebih tinggi, tidak boleh membuat perda yang bertentangan dengan aturan yang lebih tinggi, baik Permen atau pun undang-undang.

“Tidak boleh bertentangan, kita harus sejalan antaran aturan daerah dengan provinsi dan pusat. Otda sudah dijalankan sesuai kemampuan kita semaksimal mungkin untuk bisa mandiri. Tapi kita harus menyadari masih berketergantungan pusat atau pun provinsi,” tegasnya.

Diakui Bupati, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Camis hanya Rp260 miliar, sementara anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp2 triliun lebih, jadi masih tergantung pada pemerintah pusat dan provinsi.

Sementara menanggapi realiasi visi misi dalam kampanye Herdiat-Yana (HY) untuk periode lima tahun, Bupati sangat optimis akan tercapai karena masih ada waktu dua tahun kedepan untuk menyelesaikannya.

“Pencapaian visi misi ini dalam proses, tolong kami berikan kesempatan, masih ada waktu dua tahun kedepan untuk mecapai target. Namun saya optimis bisa direalisasikan karena ini janji politik kami kepada masyarakat,” tegasnya. (cZ-01)**


Post a Comment

0 Comments